Sabtu, 22 September 2012

SERANGGA


BAB I
PENDAHULUAN
Serangga merupakan golongan hewan yang dominan di muka bumi sekarang ini. Dalam jumlah, mereka mereka melebihi semua hewan melata darat lainnya dan praktis mereka terdapat di mana- mana. Beberapa ratus ribu jenis yang berbeda- beda telah diuraikan lebih banyak daripada sisa dunia hewan.
Kelompok insekta disebut juga heksapoda (kakinya berjumlah enam) merupakan kelas yang terbesar di dalam filum artropoda. Memiliki anggota mencapai kurang lebuh 80 % atau 675.000 spesis dari kehidupan hewan yang terbesar di seluruh penjuru dunia, yang penyebarannya sangat meluas dengan juimlah anggota paling besar di alam. Habitatnya di darat, air tawar, tanah/ lumpur dan di dalam tumbuh- tumbuhan. Ilmu yang khusus mempelajari tentang serangga disebut dengan entomologi.
Pengetahuan tentang anatomi penting untuk mengetahui bagaimana serangga hidup dan mereka dapat dibedakan antara serangga yang satu dengan yang lainnya dan dengan hewan yang lainnya.Untuk mempelajari anatomi serangga sering digunakan anatomi belalang (Orthoptera)  karena anatomi belalang merupakan anatomi dasar. Secara umum anatomi belalang memiliki karakter yang dapat mewakili anatomi umum seekor serangga. Tubuh belalang dapat dibedakan menjadi kepala, dada, dan abdomen. Belalang memiliki dua pasang sayap, tiga pasang kaki, dan sepasang antena. Cici- ciri tersebut merupakan anatomi umum yang membedakan seekor serangga dengan hewan lainnya.
Serangga makan hampir makan segala macam, tidak terbatas makanan , dan mereka makan dalam bannyak cara yang berbeda- beda. Ribuan jenis makan tumbuhan, secara praktis tiap- tiap macam- macam tumbuhan (di darat atau dalam air tawar) dimakan oleh berbagai jenis serangga. Serangga pemakan tumbuhan makan hampir setiap bagian tumbuhan; ulat, kumbang daun, dan kutu lon cat makan daun, aphid makan batang, lundi- lundi putih makan akar, kumbang moncong panjang tertentu dan larva ngengat makan buah- buahan, dan sebagainya. Serangga- serangga ini dapat makan bagian luar tumbuh- tumbuhan, atau mereka dapat menggali lubang masuk dalam tumbuhan. Ribuan serangga bersifat karnivor, makan hewan- hewan lain, beberapa adalah pemangsa, dan sejumlah serangga adalah parasit. Banyak serangga yang makan vertebrata adalah penghisap darah; beberapa dari serangga ini, seperti nyamuk, kutu pinjal, dan kepinding tertentu, tidak hanya hama yang mengganggu karena gigitan mereka, tetapi dapat bertindak sebagai vektor- vektor penyakit. Beberapa serangga makan kayu yang disimpan; beberapa lainnya makan berbagai bahan pakaian; dan banyak serangga makan bahan yang sedang membusuk.
Tawon- tawon penggali mempunyai metode menyimpan makanan yang menarik yang dikumpulkan dan disimpan untuk anak- anak mereka. Tawon- tawon ini menggali lubang di dalam tanah, melengkapi mereka dengan suatu tipe korban tertentu (biasanya serangga – serangga lain atau laba- laba) dan kemudian meletakkan telur- telur mereka (biasanya pada tubuh seekor hewan korban).Banyak serangga akan menimbulkan suatu gigitan yang menyakitkan bila dipegang. Gigitan tersebut mungkin hanya sebagai suatu cubitan yang sakkit karena geraham- geraham yang kuat, tetapi gigitan nyamuk, pinjal, lalat- lalat hitam, serangga- serangga pembunuh, dan banyak lainnya adalah seperti suntikan jarum suntik; rangsangan itu disebabkan karana air liur yang diinjeksikan pada waktu gigitan tersebut.
Ekskresi merupakan proses yang terlibat dalam homeostasis yang tarjadi pada makhluk hidup, termasuk serangga.preses tersebut memungkinkan serangga mampu memprtahankan kekonstanan medium dalam (lingkungan dalam) meskipun lingkungan luarnya mengalami perubahan . Ekskresi merupakan eliminasi atau pengeluaran zat buangan hasil metabolisme dari tubuh serangga. Produk ekskresi utama pada hewan tidak semata- mata merupakan zat buangan  dan tidak bermanfaat bagi tubuh, tetapi kenyataannya banyak produk ekskresi yang berguna bagi tubuh sebelum diekskresi.Asam urat merupakan zat ekskresi pada insekta. Asam urat dapat disimpan di dalam sel, jaringan atau alat tubuh tanpa menimbulkan dampak dalam masalah keracunan, hanya memerlukan sedikit air untuk mengekskresiknnya.
Pada insekta, sistem peredaran darahnya terbuka, yaitu suatu sistem dimana darah yang dipompa oleh jantung kemudian beredar melalui rangkaian pembuluh darah arteri menuju ke ruang terbuka yang dikenal dengan nama hemocoel atau blastocoel. Ruang terbuka ini pada umunya terletak di antara ektoderm dan endoderm. Cairan yang terdapat di dalam hemocoel disebut hemolimf yang tidak beredar melalui pembuluh darah kapiler, tetapi langsung menggenangi sel- sel.Ciri utama dari sistem peredaran darah terbuka adalah mempunyai kemampuansangat terbatas untuk mengubah kecepatan dan penyebaran aliran darah. Akibatnya pengubahan pengambilan oksigen berjalan lambat dan jumlah maksimum laju pemindahan oksigen setiap satuan berat badan adalah kecil. Pada insekta, masalah ini dihindari dengan melibatkan sistem trakhea dimana pengangkutan O2 dan CO2 dapat langsung menuju ke sel – sel jaringan melalui pipa yang berisi udara.
BAB II
PEMBAHASAN
II.1 SISTEM PENCERNAAN
Serangga makan hampir segala zat organik yang terdapat di alam, dan sistem- sistem pencernaan meraka menunjukkan variasi yang besar.Sistem pencernaan pada serangga dilengkapi dengan adanya saluran pencernaan dan beberapa kelenjar yang berhubungan dengan salura pencernaan, misalnya kelenjar ludah, gastric caeca dan tabung Malpighi.
Saluran pencernaan serangga berbentuk suatu saluran, biasanya agak berkelok, yang memanjag dari mulut sampai anus.Saluran pencernaan dibagi tiga bagian :
1.      Foregut (stomodeum) – usus bagian depan
2.      Midgut (mesenteron) – usus bagian tengah
3.      Hind gut (proctodeum) – usus bagian belakang
Kedua usus depan dan belakang berasal dari jaringan ektoderm dan dilapisi sebelah dalamnya oleh satu lapisan tipis kutikula yang disebut intima. Kutikula ini dikelupaskan pada setiap ganti kulitbersama- sama dengan bagian luar eksoskeleton.
Di antara stomodeum (foregut) dan masentron (midgut) terdapat katup cardiac valve (stomadeal) sedangkan antara mesenteron (midgut) dan proctodenum (hindgut) terdapat katup pyloric valvae (proctodeal).

II.1.1 Foregut (stomodeum)
Usus bagian depan merupakan organ untuk menyimpan makanan, akan tetapi juga berfungsi untuk menghancurkan dan mencampur makanan.
Kebanyakan serangga memiliki sepasang kelenjar yang terletak di bawah bagian anterior dari saluran pencernaan. Saluran – saluran dari kelenjar ini memanjang ke depan dan bergabung menjadi satu saluran umum dan bermuara dekat dasar labium atau hipofaring. Kelenjar – kelenjar labium ini (dinamakan demikian karena mereka bermuara pada dasar labium) biasanya berfungsi sebagai kelenjar – kelenjar air liur. Seringkali terdapat pembesaran saluran dari masing – masing kelenjar yang berfungsi sebagai satu penampung bagi sekresi air liur.Kelenjar – kelenjar labium pada larva Lepidoptera, Trichoptera, dan Hymenoptera mengeluarkan sutera, yang dipakai dalam pembuatan kokon dan tempat berlindung dan dalam penghimpunan makanan oleh Trichoptera penganyam benang jaring.
Usus depan biasanya dibedakan menjadi faring (phyx, tepat di belakang mulut), esofagus, (eso, saluran ramping yang memanjang ke bagian balakang faring), crop (cp, pembesaran bagian belakang usus depan), dan proventrikulus. Pada ujung posteriornya terdapat kelep stomodaeum, yang mengatur jalannya makanan antara usus depan dan usus tengah. Pada beberapa kelompok, seperti lipas dan rayap, proventrikulus mungkin mengandung perlengkapan gerigi di bagian dalam, gerigi ini dipergunakan selanjutnya untuk menggilas sebelum makanan masuk usus tengah. Intima disekresikan oleh epitel usus dapan dan secara relatif impermeabel (tak tembs cairan). Intima dan epitelium seringkali terdapat secara longitudinal. Sebelah luar epitelium itu adalah suatu lapisan bagian dalam urat – urat daging longitudinal dan suatu lapisan luar urat – urat daging sirkuler.Kadang – kadang urat – urat daging longitudinal mempunyai penyelipan (insersio)pada intima. Bagian usus depan diperlengkapi dengan urat – urat daging pembuka, yang asal – usulnya pada dinding- dinding dan apodema – apodema kepala dan thoraks dan penyelipan – penyelipan mereka pada lapisa – lapisan urat daging stomodeum, ephitelium atau intima. Ini paling bagus berkembang di daerah faring pada serangga – serangga penghisap, dimana mereka mengubah faring menjadi suatu pompa penghisap.Tembolok dikhususkan untuk penyimpanan makanan sementara. Tembolok mungkin satu pembesaran usus depan yang sederhana, atau seperti pada nyamuk dan Lepidoptera, tembolok adalah suatu penonjolan lateral saluran pencernaan. Sedikit atau tidak, ada pencernaan makanan terjadi di dalam  usus depan.

II.1.2 Midgut (mesenteron)
Usus tengah (midgut) biasanya adalah suatu saluran yang memenjang yang agak seragam garis tengahnya, kadang – kadang dibedakan menjadi dua tau lebih bagian– bagian. Usus tengah seringkali mengandung divertikula yaitu saluran- saluran buntu gastrium dekat ujung anteriornya.usus tengah tidak dilapisi kutikula. Lapisan epitel usus tengah terlibat dua fungsi yaitu sekresi enzim- enzim pencernaan ke dalam lumen- lumen dan penyerapan produk- produk pencernaan ke dalam tubuh serangga. Sel- sel epitel individual usus tengah hanya berumur pendek dan secara tetap akan diganti. Sel- sel yang membagi diri ini mungkin tersebar di seluruh usus tengah , atau mungkin terpusat sebagai kantung- kantung pertumbuhan. Daerah- daerah demikian kadang- kadang terlihat dari lumen usus sebagai kripta- kripta yang melekuk ke dalam dan dari sisi bagian luar sebagai penonjolan- penonjolan (disebut nidi).Usus tengah merupakan tempat utama pencernaan dan penyerapan dalam saluran pencernaan. Pada banyak jenis, epitel usus tengah dan makanan dipisahkan oleh suatu selaput peritrofik suatu jaring permeabel yang tidak hidup terbuat dari khitin dan protein yang disekresikan oleh epitelium, tipis, dapat dilalui oleh air tetapi benda padat akan tertahan. Fungsi selaput peritrofik tidaklah jelas. Mungkin bertindak untuk membatasi kerusakan epitelium untuk menghambat gerakan patogen- patogen dari makanan menuju jaringan- jaringan serangga, atau sebagai suatu sarana yang memisahkan ruang – ruang endo- dan ektoperitofik; di dalam tempat itu dapat terjadi kekhususan pencernaan.Selaput ini selalu diganti dan menyelaputi bolus makanan seraya bolus makanan tersebut berjalan ke belakang. Selaput peritrofik ini merupakan buluh atau pipa (tube)yan tidak terputus- putus dan dihasilkan oleh sel- sel di daerah klep stomodeum (pada lalat dan larva nyamuk) atau oleh sel- sel yang menghasilkan usus bagian tengah (misalnyan belalang).
Usus bagian tengah merupakan bagian yang penting dalam proses pencernaan dan penyerapan makanan., yaitu pada daerah ventrikulus (stomach).Pada daerah mesenteron terdapat gastric caeca (usus buntu) yang bentuknya seperti jari dan terletak di anterior dari ventrikulus dan menghasilkan enzim- enzim pencernaan.Kantung ini juga penuh mikroorganisme yang membantu proses pencernaan makanan  Usus bagian tengah biasanya bersifat basa dibandingkan dengan isi dari usus bagian depan.

II.1.3 Hind gut (proctodeum)
Usus bagian belakang biasanya berupa tabung yang sederhana dan mengalami pembesaran untuk membentuk rektum pada baguan ujungnya.Pada bagian dapannya dekat dengan klep proctodeum, terdapat buluh- buluh Malpighi yang menuangkan cairannya ke lumen. Pada usus bagian belakang terdapat lapisan yang tipis dan terdiri dari kutikula tanpa diperlengkapi dengan duri apapun, tetapi terdapat bantalan rectum atau papillae. Fungsi struktur ini tidak jelas akan tetapi pada serangga yang hidup di darat rupa- rupanya sebagai organ penyimpan air dengan jalan menyerap yang terdapat pada isi usus dan selanjutnya dikembalikan ke dalam tubuh.
Usus belakang meluas dari kelep pilorus, yang terletak antara usus tengah dan usus belakang, sampai dubur. Di sebelah posterior ditunjang oleh urat- urat daging yang meluas sampai dinding abdomen. Usus belakang biasanya dibedakan paling tidak menjadi dua daerah, usus bagian depan dan usus bagian belakang (rec).Usus bagian depan mungkin suatu pipa sederhan, atau terbagi lagi menjadi ileum anterior(il) dan kolon posterior (cn). Buluh- buluh malpighi (mt) sebagai organ ekskretoris, timbul pada ujung anterior usus belakang, dan kandungan – kandunga meraka tercurahkan ke dalamnya. Usus belakang adalah tempat terakhir untuk penyerapan kembali air, garam- garam dan zat- zat makanan apapun dari tinja dan air seni.poros usus pada beberapa jenis mempunyai bantalan- bantalan poros usus yang besar dan tebal yang penting untuk mengambil air dari tinja.
Serangga memiliki bermacam- macam enzim pencernaan. Beberapa enzim itu adalah amiylase, maltase, invertase, peptidase, triptase, dan lipase. Enzim- enzim tersebut mampu memecahkan molekul yang lebih besar menjadi bagian yang lebih kecil yang dapat dipergunakan tubuh.serangga yang makan benda- benda padat mempunyai enzim yang lebih banyak dibandingkan serangga yang dietnya terdiri dari cairan.
Rongga penyaringan adalah suatu modifikasi saluran pencernaan yang di dalamnya dua bagian yang berjarak normal terikat berdekatan satu sama lain oleh jaringan pengikat, rongga penyaringan terdapat pada banyak Homoptera dan agak beragam dalam bentuk pada anggota yang berbeda ordo itu. Homoptera hidup dari cairan – cairan tumbuh- tumbuhan, yang biasanya mereka makan dalm jumlah yang besar. Rongga penyaringan diperkirakan sebagai suatu alat yang membiarkan air dari cairan tumbuhan yang tertelan lewat langsung dari bagian depan usus tengah ke usus belakang, jadi mengumpulkan cairan tumbuhan sebelum mencernakannya di bagian usus tengah. Cairan yang berkelebihan keluar lewat dubur sebagai embun madu (honey dew). Namun karena embun madu seringkali mengandung banyak karbohidrat dan asam- asam amino, ada beberapa keraguan tentang fungsi yang sebenarnya rongga penyaringan itu.

II.2 Proses Pencernaan Makanan Pada Serangga
Pencernaan adalah proses perubahan makanan secara kimiawi dan fisik sehingga zat makanan dapat diserap dan memeberi makanan berbagai bagian tubuh.proses ini dapat mulai bahkan sebelum makanan ditelan, tetapi biasanya terjadi bila zat- zat yang tertelan lewat melalui saluran pencernaan . Makanan- makanan padat dipecahkan oleh berbagai cara mekanis (terutama bagian- bagian mulut dan geligi proventrikukus), dan semua makanan dipengaruhi sekelompok enzim ketika mereka lewat melalui saluran pencernaan.
Serangga makan sejumlah besar berbagai hewan yang hidup, yang mati dan hewan- hewan yang sedang membusuk, tumbuh- tumbuhan, jamur, dan produk- produk mereka. Dalam beberapa hal cairan- cairan seperti darah atau cairan- cairan tumbuhan merupakan persediaan seluruh makanan mereka.
Sistem pencernaan sangat beragam sesuai dengan macam- macam makanan yang dimakan. Kebiasaan – kebiasaam makan bahkan mungkin sangat beragam pada satu jenis tunggal. Larvae dan dewasa biasanya mempunyai kebiasaan-kebiasaan makan yang sama sekali berbeda dan berbeda pula sistem- sistem pencernaannya. Pada pembahasan kali ini akan diambil beberapa contoh saja untuk menerangkan bagaimana proses  masuknya makanan pada tubuh serangga yang makanannya padat (belalang) dan serangga yang makanannya berbentuk cairan.

Ø   Belalang
Bagaimana cara masuknya makanan pada belalang? Mula- mula makanan yang berupa padat dicerna dulu di daerah praoral. Praoral dibentuk oleh labrum bagian anterior mandibula, bagian lateral maksila (maxilla), dan labium anterior.
Makanan dikunyah oleh mandibula dan maksila dan dilumatkan oleh enzim yang dikeluarkan bersama air liur (saliva) yang berasal dari kelenjar labium. Setelah makanan berbentuk bolus makanan ditelan ditelan melalui faring dan esofagus dengan bantuan konttaksi otor peristaltik. Pada serangga primitif seperti kutu buku (spring tails), bolus makanan langsung masuk ke mesentron. Untuk serangga yang lebih tinggi tingkatannya misalnya belalang, pada daerah posterior stomodeum terdapat tembolok (crop) dan proventrikulus. Pada ujung posteriornya terdapat katup stomodeum yang berfungsi sebagai pengatur jalannya makanan antara stomodeum dan mesentron.Dinding stomodeum dan proctodeum mengandung kutikula (intima) sehingga tidak terjadi absorpsi makanan  . Makanan dari proventrikulus kemudian masuk ke mesenteron yaitu ventrikukus. Pada saat makanan berada di ventrikukus, gastric cacea mengeluarkan enzim pencernaan, misalnya proteinase (enzim untuk mencernakan protein), karbohidrase (enzim untuk mencernakan karbohidrat) dan lipase (enzim untuk mencernakan lemak).
Makanan yang sudah dicerna diabsorbsi oleh ventrikulus, karena dinding ventrikukus (mesenteron) tidak dilapisi kutikula (intima) sehingga mampu menyerap zat makanan.Dinding ventrikulus dilapisi oleh selaput peritrofik, suatu jaringan permeabel yang terbuat dari zat kitin dan protei yang disekresikannn oleh epitelium ventrikulus.Fungsi selaput peritrofik belum jelas. Mungkin bertindak untuk membatasi kerusakan epitelium dari serangan patogen yang masuk terbawa oleh makanan.
Selanjutnya sisa makanan akan masuk ke proktodeum melalui katup pylorus yang membuka dan makanan bergerak ke posterior masuk ke intestinum. Pada daerah intentinum terjadi penyerapan air dan garam- garam mineral yang tersisa. Makanan yang sudah mengalami penyerapan air akan membentuk kotoran yang kental (fecal pelet) dan akan dikeluarkan melalui anus.

Ø   Serangga Yang Makanannya Berupa Cairan
Pada serangga yang makanannya berbentuk cairan, sistem pencernaannya mengalami modifikasi sesuai dengan tipe mulutnya atau jenis cairan makanannya. Modifikasi ini terjadi pada bentuk saluran pencernaan dan tembolok. Biasanya serangga menghisap cairan sebanyak mumgkin untuk pemenuhan nutrien, adanya kelebihan tersebut akan mempengaruhi osmoregulasi. Untuk menghindari ketidakseimbangan, pada daerah proventrikukus terdapat kantung filter (filter chamber) yang berfungsi untuk melarutkan makanan sehingga pencernaan berjalan efektif tanpa mengganggu osmoregulasi.

Serangga hampir makan segala zat organik yang terdapat di alam, dan sistem- sistem pencernaan mereka menunjukkan variasi yang besar. Berdasarkan tipe makananannya, serangga dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok yaitu :
1.      Fitophagus, yaitu serangga pemakan tumbuhan, baik berupa akar, batang, daun dan segala sesuatu yang berasal atau dihasilkan oleh tumbuhan.
2.      Zoophagus, yaitu serangga pemakan hewan lain baik vertebrata maupun invertebrata. Serangga yang bersifat predator da parasit termasuk ke dalam kelompok ini.
3.      Saprophagus, yaitu serangga pemakan materi organik atau organisme lain yang telah mati.
4.      Omnivorus, yaitu serangga pemakan hewan maupun tumbuhan.
Kebanyakan serangga mengambil makanan masuk ke tubuh melalui mulut. Beberapa larva yang hidup secara endoparasitik pada hewan indung semang mampu menyerap makanan melalui permukaan tubuh- tubuh mereka dari jaringan- jaringan induk semang.banyak serangga mempunyai mandibel- mandibel pengunyah dan maksilae yang memotong, menghacurkan, atau menggerus zat- zat makanan dan mendesak mereka masuk ke dalam faring. Pada serangga- serangga penghisap, fungsi- fungsi faring sebagai suatu pompa yang membawa makanan cair melalui probosis ke dalam esofagus. Makanan digerakkan sepanjang saluran pencernaan oleh aksi peristaltik.
Saliva (air liur) biasanya ditambahkan pada makanan, baik ketika makanan masuk saluran makanan atau sebelumnya, seperti halnya pada banyak serangga yang menginjeksikannyake dalam cairan- cairan yang mereka resap sebagai makanan. Air liur biasanya dihasilkan olek kelenjar- kelenjar labium. Kelenjar- kelenjar labium dari banyak serangga menghasikan amilase. Pada lebah tertentu, kelenjar- kelenjar ini menyekresikan invertase, yang kemudian diambil masuk ke dalam tubuh dengan air madu.Pada serangga- serangga  penghisap darah seperti nyamuk, air liur biasanya tidak mengandung enzim- enzim pencernaan, tetapi mengandung suatu substansi yang mecegah pembekuan darah dan konsekuensi mekanisme penyumbatan saluran makanan.Air liur inilah yang menyebabkan rangsangan yang dihasilkan oleh gigitan serangga penghisap darah.
Banyak serangga mengeluarkan enzim- enzim pencernaan terhadap makanan, dan sebagian pencernaan dapat terjadi sebelum makanan ditelan.larvae lalat daging mengeluarkan enzim- enzim proteolitikpada makanan mereka, dan afid- afid menginjeksikan amilase ke dalam jaringan – jaringan tumbuh- tumbuhan dan karena itu mencerna tepung dalam tumbuhan. Pencernaan di luar usus dapat terjadi pada perampokan korban larvae undur- undur dan kumbang- kumbang penyelam pemangsa dan pada kepinding hemiptera yang makan biji- biji kering.
Kebanyakan pencernaan kimiawi dari makanan terjadi di dalam usus tengah. Beberapa sel epitel usus tengah menghasilkan enzim- enzim, dan lain- lain mencerna makanan yang terserap. Kadang sekresi dan penyerapan dilakukan oleh sel- sel yang sama. Enzim- enzim mungkin dikeluarkan masuk ke dalam lumen usus tengah oleh peruraian (disintegrasi) sel- sel sekretoris (sekresi holokrin) atau oleh pengeluaran sejumlah kecil enzim- enzim melewati selaput sel (skresi merokrin).
Hanya sedikit serangga menghasilkan enzim- enzim yang mencerna selulosa, tetapi beberapa mampu menggunakan selulosa sebagai makanan akibat adanya mikroorganisme simbiotik dalam alat pencernaan. Biasanya mikroorganisme adalah bakteria atau protista berflagel, dapat mencerna selulosa, dan serangga menyerap produk- produk pencernaan ini. Mikroorganisme- mikroorganisme demikian ada di dalam rayap- rayap dan banyak kumbang- kumbang pembor kayu, dan seringkali ada di dalam organ yang khusus yang berhubungan dengan saluran pencernaan.
Badan lemak adalah organ yang seringkali agak tanpa bentuk yang ada di dalam abdomen dan toraks. Dalam banyak hal fungsinya analog dengan yang ada di hati vertebrata. Badan lemak berfungsi sebagai satu reservoir penyimpanan makanan dan adalah tempat yang penting untuk metabolisme perantara. Pada beberapa jenis badan lemak juga penting dalam ekskresi penyimpanan. Badan lemak biasanya berkembang bagus pada instar- instar nimfa dan larva. Menjelang akhir metamorfosisbadan lemak itu seringkali habis. Beberapa serangga dewasa yang tidak makan menahan badan lemak mereka dalam kehidupan dewasa.

II.2 SISTEM EKSKRESI
Sistem ekskresi primer seekor serangga terdiri dari sekelompok saluran bergeronggang yaitu buluh- buluh Malphigi, yang timbul sebagai penyembulan keluar pada ujung anterior usus belakang.
Alat ekskresi pada belalang adalah pembuluh Malpighi, yaitu alat pengeluaran yang berfungsi seperti ginjal pada vertebrata. Pembuluh Malphigi berupa kumpulan benang halus yang berwarna putih kekuningan dan pangkalnya melekat pada pangkal dinding usus. Di samping pembuluh Malphigi, serangga juga memiliki sistem trakea untuk mengeluarkan zat sisa hasil oksidasi yang berupa CO2. Sistem trakea ini berfungsi seperti paru-paru pada vertebrata.
Belalang tidak dapat mengekskresikan amonia dan harus memelihara konsentrasi air di dalam tubuhnya. Amonia yang diproduksinya diubah menjadi bahan yang kurang toksik yang disebut asam urat. Asam urat berbentuk kristal yang tidak larut.
Pembuluh Malpighi terletak di antara usus tengah dan usus belakang. Darah mengalir lewat pembuluh Malpighi. Saat cairan bergerak lewat bagian proksimal pembuluh Malpighi, bahan yang mengandung nitrogen diendapkan sebagai asam urat, sedangkan air dan berbagai garam diserap kembali biasanya secara osmosis dan transpor aktif. Asam urat dan sisa air masuk ke usus halus, dan sisa air akan diserap lagi. Kristal asam urat dapat diekskresikan lewat anus bersama dengan feses.



II.3 SISTEM PEREDARAN DARAH
Sistem peredaran darah terdiri atas darah atau hemolimf, pembukuh dorsal dan homocoel (rongga darah). Pembuluh dorsal adalah pembuluh yang memanjang di daerah dorsal sepanjang tubuhnya, dari posterior ke arah anterior.
Pembukuh dorsal dibagi dua bagian :
o   Bagian posterior disebut jantung
o   Bagian anterior disebut aorta
Jantung letaknya di dalam rongga perikardial yang bentuknya membengkak pada setiap segmen sehingga membentuk kamar- kamar yang dipisahkan oleh lekukan. Pada tiap lekukan di bagian lateral jantung memiliki sepasang ostea (tunggal osteum) yang berklep untuk masuknya darah. Jantung merupakan bagian yang memompa darah sedangkan aorta merupakan tabung yang membawa darah ke depan ke arah kepala.
Sistem peredaran darah seekor serangga adalah sistem terbuka. Disebut demikian karena saat jantung berkontraksi dan sementara itu ostia tertutup oleh kelep yang ada, maka darah yang ada di jantung akan terdorong dan mengalir ke bagian depan tubuh melalui aorta, selanjutnya ke bagian kepala, dan kemudian secara bebas memasuki organ yang terdapat dalam rongga tubuh (homocoel). Darah yang terdapat dalam rongga tubuh tadi selanjutnya akan kembali lagi ke jantung melalui ostia.sebagian darah ada yang mengalir ke organ embelan dan sayap.
Fungsi utama darah pada serangga adalah untuk transportasi material berupa zat- zat makanan, hormon- hormon, sisa- sisa dan sebagainya. Jadi, tidak berfungsi untuk pengangkutan oksigen ke sel- sel tubuh sebagaimana halnya pada organisme lain.Plasma darah disebut hematocytes yang mengandung hemolimf yang berfungsi sebagai sel fagosit (untuk menetralisir benda asing).Fungsi lain dari darah adalah untuk koagulator, menyatukan sel- sel yang telah cerai- berai pada waktu serangga berganti kulit, menjaga tekanan osmosis yang optimal dari sel- sel tubuh da juga sebagai reservoir untuk air dan zat- zat makanan seperti lemak dan karbohidrat.
Peredaran darah serangga disebut lacunar system atau sistem peredaran terbuka, tidak memiliki rangkaian pembuluh. Darah berada dalam rongga tubuh atau hemocoel, cairannya disebut hemolimfa. Di dalamnya terdapat sel/senyawa yang melayang-layang, disebut hemosit. Hemosit asli berasal dari jaringan mesoderm, yang berasal dari jaringan ektoderm bukan merupakan hemosit asli. Hemolimfa merupakan cairan berisi hemosit. Bila hanya cairannya saja, maka disebut serum (tanpa sel/hemosit). Cairan ini berperan dalam melakukan mekanisme ketahanan tubuh serangga.
Satu-satunya pembuluh yang terdapat dalam tubuh serangga adalah pembuluh dorsal, padanya terdapat lubang-lubang kecil yang disebut ostia, berfungsi untuk masuknya darah dan oleh adanya denyutan akan terjadi aliran darah ke dalam (incurrent flow). Pada bagian yang agak ke arah anterior kadang-kadang terdapat excurrent ostia, sehingga sering juga disebut bahwa bagian anterior adalah ostia sedang posteriornya "jantung". Tetapi sesungguhnya ini menerangkan suatu bangunan tunggal, yang berbeda hanya pada arah aliran darah pada ostianya. Pada ujung depan pembuluh, secara sangat strategis terletaklah corpora allata dan corpora cardiaca. Sementara itu terdapat pula otot-otot yang berujung-pangkal di pembuluh, yang disebut sebagai otot-otot alaria (alary muscles), yang menyerupai sayap. Ini merupakan otot yang membantu kontraksi jantung -- fase relaksasi atau diastole dan fase kontraksi atau sistole.
Jantung serangga bersifat neromiogenik, artinya kontraksinya tidak hanya secara otomatis karena adanya otot, namun juga karena adanya rangsang yang diterima syaraf. Inilah yang memperlancar peredaran. Pada serangga besar, gerakan sayap atau alat tambahan lain secara fisik juga ikut membantu peredaran.
Darah serangga mengandung asam amino konsentrasi tinggi (bukan protein), sedang karbohidrat dalam bentuk trehalosa. Sedang lemak dalam bentuk senyawa ester digliserida.
Hemolimfa berfungsi utnuk mengendalikan pH dan tekanan osmotik dengan berbagai mekanisme. Pada umumnya tak berwarna, tetapi ada juga yang berwarna hijau atau merah. Pigmen dengan mudah diabsorbsi, karenanya serangga-serangga fitopagus umumnya berhemolimfa hijau. Apabila makanannya berkandungan -karotin tinggi, warnanya jingga-oranye, bercampur dengan warna asli yang kebiru-biruan muncul warna hijau. Diet tanpa -karotin menunjukkan hemolimfa serangga tetap berwarna biru.
Fungsi lain yang juga penting adalah kandungan hemositnya yang berguna untuk metabolisme dan juga ketahanan tubuh. Dalam hal ini hemosit berperan untuk mensintesis beberapa produk penting: bahan sklerotisasi, tirosin dll.
Jenis hemosit ada beberapa macam (sekitar 9 jenis, tergantung penulis/ahlinya). Ada yang menyatakan semuanya berasal dari satu sel yang disebut sel induk atau "stem cell" (prohemosit). Masing-masingnya adalah:
- Sel induk atau pro-hemosit, berbentuk bulat dengan nukleus besar, dihasilkan oleh organ tertentu pada tubuh serangga yang disebut organ HAEMOCYTOPOIETIC (setara dengan tulang sumsum pada mammalia). Organ sesungguhnya belum ditemukan. Mungkin dengan mitosis. Prohemosit ada yang bergerak aktif, ada yang diam di tempat.
- Plasmatosit memiliki ujung seperti jari. Ukurannya agak besar, barangkali karena merupakan keturunan pertama prohemosit. Berfungsi penting dalam mekanisme ketahanan tubuh, sebagai agen kekebalan seluler. Dapat bersifat fagositik terhadap benda-benda asing apabila bendanya lebih kecil. Bila bendanya lebih besar akan diselubungi oleh suatu jaringan penghubung (konektiva) yang dibentuk oleh plasmatosit. Ini disebut enkapsulasi.
- Hemosit granuler mungkin merupakan bentuk terminal (akhir), karena banyak dijumpai pada serangga-serangga "tua". Juga berfungsi dalam mekanisme pertahanan diri.
- Koagulosit dihasilkan oleh serangga-serangga yang terluka untuk membentuk gel darah, agar sistem peredaran tidak kacau. Merupakan bahan sekresi seperti serabut (fibril).
- Adipohemosit merupakan penyimpan lemak bahan makan (setara dengan badan lemak).
- Oenositoid dan Sel sferula belum diketahui fungsinya dengan jelas. Demikian juga Podosit dan Hemosit vermiform yang dijumpai pada genus Spodoptera.















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar